MAKALAH
HADIS
RUKUN ISLAM
Disusun
Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hadis Ibadah
Dosen Pengampu: Andi Luqmanul
Qosim, LC., M. Pd. I

Disusun Oleh:
KELOMPOK 2
1. Vina Aslihatul Uma
(23012160001)
2. Ake Aulia Fitriana (23010160311)
3. Muhamad Mifthakhul Huda
(23010160313)
4. Kiki Supriyadi (23010160315)
Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Pendidikan
Agama Islam
Institut
Agama Islam Negeri Salatiga
2016
PEMBAHASAN
A. Hadis Rukun Islam dan Artinya
عن ابي عبد الرحمن عبدالله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال :
سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول بني
الاسلام على خمس :شهادة
ان لااله الا الله وان محمدا رسول الله واقام الصلاة وايتاء الزكاة وحج البيت وصوم
رمضان (رواه البخاري و مسلم )
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin ‘Umar bin Khattab
ra. Ia berkata “saya mendengar Rsulullah SAW. Bersabda : “Islam itu didirikan
atas lima dasar, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad
adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat berhaji ke Baitullah,
dan berpusa dibulan Ramadhan. (H.R. Bukhari dan Muslim)
B. Penjelasan
dan Uraian Hadis
Ungkapan Rasulullah: (بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ) maksudnya siapa saja yang melakukan 5 perkara ini maka
keislamannya telah sempurna. Layaknya seperti bangunan yang bisa berdiri dengan
tiang-tiangnya, Islam pun begitu juga berdiri tegak dengan tiangnya yang 5
perkara tersebut. Bengunan ini adalah bangunan abstrak yang menyerupai bangunan
fisik. Segi persamaanya adalah bangunan fisik jika sebagian tiang penopangnya
hancur, maka bangunan itu tidak bisa sempurna berdiri.
B.1. SYAHADAT
اشهد ان لا اله الا
الله واشهد ان محمد الرسول الله
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah
dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”
Selain menjadi rukun islam yang pertama, syahadat juga merupakan pintu masuknya seseorang ke dalam islam. Allah tidak akan menerima sesuatu pun dari amal seseorang tanpa syahadatain. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyebutkan rukun-rukun iman yang wajib lainnya, karena beriman bahwa Nabi Muhammad utusan Allah memiliki konsekuensi yang mengimani seluruh yang disebutkan dalam masalah keyakinan dan ibadah.
Selain menjadi rukun islam yang pertama, syahadat juga merupakan pintu masuknya seseorang ke dalam islam. Allah tidak akan menerima sesuatu pun dari amal seseorang tanpa syahadatain. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyebutkan rukun-rukun iman yang wajib lainnya, karena beriman bahwa Nabi Muhammad utusan Allah memiliki konsekuensi yang mengimani seluruh yang disebutkan dalam masalah keyakinan dan ibadah.
B.2. SHOLAT
Salat adalah ibadah yang berupa ucapan dan tindakan yang dimulai
dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam menurut syarat dan rukun yang
telah ditentukan. Salat merupakan saran komunikasi antara manusia yang
diciptakan dengan Sang Pencipta (Khaliq).
Allah berfirman:
انني انا الله لااله الا انا فاعبدني واقم الصلوة لذكري
Artinya:
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku. Oleh
sebab itu sembahlah Aku, dirikanlah salat untuk mengingat Aku. (Q. S. Thaha: 14)
Selain itu, salat juga merupakan tiang agama. sebagaimana hadis
berikut:
الصلاة عماد الدين من اقامها فقد اقام الدين ومن هدمها فقد هدم الدين
“Sholat
itu adalah tiang agama, siapa yang meninggalkannya maka ia telah menghancurkan
agama”.[1]
Rukun islam di ibaratkan sebagai sebuah bangunan. Dan sholat merupakan
salah satu pilar dari pendiri bangunan tersebut. Sehingga, orang yang yang
selalu mengerjakan sholat maka secara otomatis ia tengah mengokohkan agamanya.
Namun, apabila ia sering meninggalkan sholat maka kekokohan suatu bangunan akan
menjadi berkurang seiring dengan hilangnya pilar-pilar penyangganya satu
persatu
B.3. ZAKAT
Zakat merupakan rukun islam yang ketiga. Zakat menurut arti
etimologi adalah bertambah, pembersih, atau kebaikan yang melimpah. Sedangkan
menurut pengertian terminologi islam (syariat islam) zakat adalah nama dari
sebagian harta tertentu yang diberikan kepada golongan tertentu juga dengan
beberapa syarat. [2]
Zakat terbagi menjadi 2 macam: zakat fitrah dan zakat mal.
Zakat fitrah adalah wajib bagi setiap individu kaum muslimin yang
mempunyai kelebihan nafkah pada hari dan malam Idul Fitri. Zakat fitrah berupa
makanan pokok dan berkualitas baik (yang biasa dikonsumsi), seberat 2,5 kg atau
uang yang seharga.
Zakat mal adalah kadar harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh
seorang muslim dari hartanya untuk diserahkan kepada mereka yang berhak
menerimanya.
Mustahik zakat yaitu orang-orang yang berhak menerima zakat. Mereka
adalah: fakir, miskin, amil zakat, mualaf, hamba sahaya, garimin, fisabilillah,
dan ibnu sabil.
Zakat memiliki hikmah berupa:
1. Memberantas kesenjangan sosial dan kemiskinan.
2. Membersihkan harta benda dan jiwa dari sifat kikir.
3. Mendidik umat agar rela berkorban di jalan Allah.
4. Sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Allah dan bertambahnya
harta benda.
B.4. PUASA
Puasa dalam bahasa arab adalah As-Saum “ الصوم
“ yang artinya menahan diri atau meninggalkan. Menurut istilah, puasa adalah
menahan diri dari segala yang membatalkan mulai dari terbit fajar sampai
terbenam matahari. Puasa ramadhan dilakukan pada bulan Ramadhan dan hukumnya
wajib bagi setiap mukmin. [3]
Hikmah dari berpuasa yaitu, meningkatkan iman dan takwa kepada
Allah SWT, mempertebal rasa kepekaan sosial, dan dari sisi ilmu kesehatan
membersihkan usus serta memperbaiki lambung.
B.5. HAJI
Menurut bahasa adalah menyengaja sesuatu. Sedangkan menurut
istilah, haji adalah menyengaja untuk berziarah ke Baitullah (Kakbah) di
Masjidil Haram dengan niat melakukan beberapa amalan ibadah, antara lain ihram,
wukuf, tawaf dan sa’i, dan amalan lainnya pada masa tertentu, demi memenuhi
panggilan Allah SWT dan mengharap rida-Nya. Haji adalah kewajiban bagi setiap
Muslim dan Muslimah, sekali dalam seumur hidup, jika telah mampu
melaksanakanya, sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT. [4]
Firman Allah:
( 97 : ال عمران) ولله على الناس حج البيت من
استطاع اليه سبيلا
Artinya:
“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah
melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu” (Q. S. Ali Imraan: 97)
Kandungan ayat yang di atas mengandung perintah tentang
diwajibkannya ibadah haji bagi orang yang mampu. Maksud kata mampu adalah
secara material, mampu secara fisik (sehat), dan mempunyai pengetahuan tentang
manasik haji. [5]
Ø Macam-macam Haji
Cara melakukan ibadah haji ada tiga macam, sebagai berikut.
a. Ifrad, artinya sendiri/ menyendiri. Maksudnya mengerjakan ibadah
haji terlebih dahulu dan setelah selesai baru mengerjakan ibadah umrah. Cara
ini tidak membayar dam/denda.
b. Tamattu’, artinya bersenang/bersantai. Maksudnya mengerjakan
ibadah umrah terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan ibadah haji. Cara ini
membayar dam/denda.
c. Qiran, artinya menggabung. Maksudnya mengerjakan ibadah haji
sekaligus umrah atau mengerjakan ibadah haji dan umrah dalam satu niat. Cara
ini membayar dam/denda.
Ø Hikmah Melaksanakan Haji
a. Menambah keyakinan kepada Allah SWT.
b. Mendidik sifat ikhlas dalam beramal.
c. Menambah rasa persaudaran dengan sesama umat islam di seluruh dunia.
d. Meningkatkan disiplin dalam hidup dan memberikan kesadaran dalam
berbuat kebajikan.
e. Melihat langung bukti sejarah islam sekaligus menyaksikan
kebesaran-Nya.
C. Kesimpulan
1.Bahwa pilar agama islam itu ada lima, yaitu syahadat, salat,
zakat, puasa dan haji bagi yang mampu. Syahadat dilakukan dengan mengucap lafal
شهد ان لا اله الا الله واشهد
ان محمد الرسول الله
. Salat yaitu ibadah yang berupa ucapan dan
tindakan yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam menurut
syarat dan rukun yang telah ditentukan. Menunaikan zakat yaitu membayar dalam
bentuk harta yang kita miliki dalam jumlah tertentu yang wajib kita keluarkan
sebagai seorang muslim dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.
Puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan mulai dari terbit fajar
sampai terbenam matahari. Dan haji yaitu, menyengaja mengunjungi Baitullah
untuk mengerjakan serangkaian ibadah kepada Allah SWT sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh syara’ kelima pilar inilah yang
menjadikan keislaman pada diri seseorang kokoh. Sehingga, apabila seseorang
tidak melaksanakan salah satu dari kelima pilar tersebut keislamannya akan
menjadi goyah atau bahkan runtuh.
DAFTAR PUSTAKA
An Nawawi, Al Imam. 2008. Telaah Hadits
ARBA’IN AN-NAWAWIYAH. Surakarta:
ZIYAD VISI MEDIA.
Surya, Badra Tim. Pendidikan Agama
Islam Kelas IX. Surakarta: CV. Surya Badra.
Hadi, Nor. AYO MEMAHAMI FIKIH UNTUK
MTs/SMP ISLAM KELAS VIII. Jakarta: PENERBIT ERLANGGA.
ini adalah makalah versi simple ya kawan-kawan. sesuai peraturan yang diberikan oleh pak Dosen. :)
BalasHapus